Flora di Indonesia bagian Barat, Timur dan Tengah

Sabtu, 29 Oktober 2016

Flora di Indonesia bagian Barat, Timur dan Tengah
http://satutanahairindonesiaku.blogspot.com/
Flora di Indonesia bagian Barat, Timur dan Tengah

Menurut sejarah dahulu kala dunia ini hanya terdapat satu benua yaitu pengea. Kemudian karena adanya proses tektonik dari dalam perut bumi yang menyebabkan pergerakan lempeng bumi di bagian lapisan atmosfer dan kemudian berdampak pada pergesera daratan yang ada di atasnya. Benua yang tadinya satu kemudian bergeser dan menjadi bentuk benua seperti keadaan yang bisa dilihat saat ini. daerah Indonesia bagian barat dulunya menyatu dengan daratan asia dan wilayah Indonesia bagian timur berada satu dengan benua Australia. Oleh karena itu flora dan fauna yang ada di wilayah Indonesia bagian barat hampir sama dengan yang ada di benua asia dan flora fauna yang ada di wilayah Indonesia bagian timur hampir sama dengan yang ada di benua Australia.

Persebaran flora

Persebaran flora (dunia tumbuhan) di Indonesia juga terbagi menjadi tiga wilayah yaitu bagian barat, timur dan tengah atau peralihan. Setiap wilayah memiliki karakterisktik masing-masing yang khas dan berbeda satu sama lainnya. Keadaan flora dan fauna yang di lindungi di Indonesia saat ini jumlahnya sudah semakin menyusut karena adanya eksploitasi hutan yang dilakukan oleh manusia. Menurut ahli biologi dari belanda Van Steenis di Indonesia setidaknya terdapat kurang lebih 4000 jenis pohon, 1500 jenis tumbuhan pakis-pakisan dan terdapat 5000 jenis bunga anggrek. Bukan itu saja bahkan van steenis mengelompokan terdapat kurang lebih 25.000 jenis tanaman yang memiliki bunga dan kurang lebih 1,700 tumbuhan yang tidak memiliki bunga.

Flora di Indonesia mencapai 10% dari yang ada di dunia, lumut dan ganggang yang ada di Indonesia mencapai 35.000 jenis. 40% dari flora di Indonesia merupakan flora endemik yang hanya bisa ditemukan di Indonesia saja dengan total jenisnya sebanyak 202 dan 59 diantaranya berada di pulau Kalimantan. Vegetasi anggrek merupakan vegetasi yang terbesar di dalam flora ini. Dengan fakta ini menjadikan Indonesia merupakan negara yang memiliki jenis Flora di Indonesia bagian Barat, Timur dan Tengah :

1. Flora di wilayah bagian Barat (Paparan Sunda)
http://satutanahairindonesiaku.blogspot.com/
Flora di wilayah bagian Barat (Paparan Sunda)

Jika di Kalimantan terdapat 59 jenis flora endemik maka di paparan sahul ini terdapat 10 jenis tumbuhan endemik yang hanya bisa tumbuh di daerah paparan sahul saja. wilayah paparan sahul meliputi pulau Kalimantan, sumatera dan jawa yang memiliki hutan hujan tropis terbesar dan terluas di dunia. flora di paparan sunda terbagi menjadi tiga macam yaitu flora endemik seperti bunga bangkai atau raflesia arnoldi yang hanya terdapat di wilayah Bengkulu, jambi, dan sumatera selatan serta bunga anggrek tien Suharto yang hanya ada di wilayah sumatera utara. Selanjutnya flora khas paparan sunda adalah pada bagian pantai timur di dominasi hutan mangrove dan rawa gambut. Kemudian flora di bagian pantai barat didominasi oleh meranti-merantian, rawa gambut, kemuning, rotan dan hutan rawa air tawar. (baca : ciri ciri hutan hujan tropis)

2. Flora di wilayah bagian Timur (Paparan Sahul)
Flora di wilayah bagian Timur (Paparan Sahul)

Flora atau tumbuhan sahul yang ada di wilayah Indonesia bagian timur atau bisa juga disebut dengan flora australis. Mengapa disebut dengan flora australis? Hal ini dikarenakan seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya bahwa wilayah Indonesia bagian timur dahulu menyatu dengan benua australia sehingga jenis floranya juga hampir sama. Wilayah flora sahul meliputi daerah pulau papua dan beberapa pulau-pulau kecil disekitarnya.

Hutan sahul memiliki ciri-ciri seperti sama dengan hutan Australia wilayah utara dengan beribu-ribu jenis tumbuhan dengan daunnya yang lebat dan hijau, ketinggian pohon di wilayah ini bisa mencapai 50 meter tingginya.Karena lebatnya daun pohon di hutan sahul membuat sinar matahari tidak menembus tanah sehingga kelembapan dan memiliki ciri ciri air tanah yang baik dan membuat tanah subur dengan organisme yang ada di dalamnya. Karena hal ini pula terdapat banyak tumbuhan merambat atau epifit.

Pohon-pohon yang menghasilkan kualitas kayu yang sangat berkualitas tumbuh di hutan ini seperti :

Pohon besi, cemara, merbau, jati dan eben hitam.
Di daerah pesisir pantai terdapat hutan mangrove yang sangat lebat dan sangat bagus untuk keamanan pantai. Sedangkan di daerah rawa terdapat pohon sagu yang merupakan makanan pokok daerah papua.
Tumbuhan endemik di daerah tersebut diantaranya adalah pohon Rhododendron. Secara garis umum jenis flora yang ada di parapan sahul meliputi pohon sagu, hutan hujan tropic dan jenis pemetia pinnata.

3. Flora daerah tengah atau peralihan
Flora daerah tengah atau peralihan

Seperti dengan namanya flora ini terletak di wilayah tengah atau peralihan dari wilayah timur dan barat. Wilayah yang termasuk di dalamnya adalah wilayah pulau Sulawesi, Maluku dan nusa tenggara. Di pulau Sulawesi setidaknya terdapat 4.222 jenis flora yang memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan yang ada di Flipina, Maluku, nusa tenggara, dan jawa. Flora di bagian peralihan ini jika terdapat di pantai akan mirip dengan yang ada di papua namun untuk flora yang berada di gurun sangat mirip dengan yang ada di Kalimantan.

Jenis flora endemik di wilayah ini adalah kayu ebonu atau yang biasa dikenal dengan kayu besi di pulau Sulawesi. Saat ini kayu eboni atau kayu besi masuk dalam jajaran flora yang dilindungi karena sudah terancam punah keberadaannya. Kualitas kayu yang kuat dan awet membuatnya memiliki harga mahal.

Perbedaan Flora Wilayah Paparan Sahul dan Paparan Sunda

Berikut perbedaan flora yang tumbuh di daerah Paparan Sahul dan Paparan sunda yang memiliki berbagai macam perbedaan yang tidak di miliki di masing-masing wilayah tersebut.

Berikut adalah penjelasannya :

1. Flora Paparan Sunda
2. Flora di wilayah Paparan Sahul

Sedikit jenis tumbuhan matoa (Pometia Pinnata)
Terdapat berbagai jenis tumbuhan yang sejenis dengan nangka (Arcotapus ssp)
Tidak ada hutan kayu putih atau eucalyptus
Tidak ada tumbuhan jenis sagu
Terdapat berbagai jenis rotan
Sangat banyak tumbuhan jenis meranti-merantian
Setelah kita mengetahui mengenai perbedaan Paparan Sunda dan Paparan Sahul, kita akan menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi persebaran flora di Indonesia, yaitu faktor fisik atau biotic.

Berikut adalah penjelasan mengenai faktor fisik dan faktor abiotik :

1. Faktor fisik

Ada faktor fisik yang mempengaruhi flora yang hidup di bumi, beberapa faktor fisik yang memerlukan adaptasi dengan lingkungan dimana flora tersebut hidup dan berkembang biak.

Berikut adalah penjelasan dari faktor fisik yang mempengaruhi flora :

Iklim – Faktor iklim sangat erat kaitannya dengan suhu udara dan jumlah curah hujan yang ada di daerah tersebut. Daerah yang memiliki curah hujan tinggi biasanya akan memiliki hutan yang lebat dengan pohon menjulang tinggi dan berdaun hijau. Karena lebatnya daun ini, sinar matahari sukar menembus tanah mengakibatakan kelembapan tanah yang baik untuk pertumbuhan tumbuhan kecil seperti jamur dan bunga-bunga. Untuk daerah yang memiliki tingkat curah hujan rendah tidak memiliki hutan yang lebat melainkan tanahnya akan kering sehingga tumbuhan yang dapat hidup hanya sedikit saja. contohnya di daerah nusa tenggara yang curah hujan rendah tidak terdapat hutan lebat. (baca : manfaat curah hujan yang tinggi)

Suhu udara – Suhu udara sangat berpengaruh pada tumbuh kembang tumbuh-tumbuhan itu sendiri. Semakin tinggi suatu tempat maka akan semakin rendah suhu udaranya begitu pula sebaliknya. jadi, tanaman akan tumbuh saat suhu udaranya sesuai dengan perkembangannya. Misalnya pohon teh akan tumbuh subur pada suhu udara dingin sedangkan semangka akan tumbuh subur pada tempat yang suhu udaranya tinggi.

Tanah dan relief – Jenis jenis tanah dan relief ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan flora itu sendiri. Misalnya tekstur tanah yang kasar dan merupakan tanah kapur hanya bisa ditumbuhi tumbuhan tertentu yang kuat sepert pohon jati, pinus dan lainnya.

Air – Air merupakan faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan flora karena merupakan jenis jenis sumber daya alam utama makanan flora selain sinar matahari. Berdasarkan kebutuhan air yang dibutuhkan oleh tanaman akan dibedakan menjadi 3 golongan yaitu:

Xerofita – Merupakan tumbuh-tumbuhan yang bisa tumbuh di daerah yang panas dan kering atau kandungan air di dalam tanahnya sedikit. Contoh, kaktus yang hidup di gurun.

Hidrofita –  Merupakan tumbuhan yang dapat hidup di daerah yang banyak air atau basah bahkan hidup diatas air. Contohnya saja teratai dan enceng gondok.

Mesofita – Adalah tumbuhan yang dapat hidup di daerah yang sedang tidak terlalu banyak airnya namun juga tidak sedikit seperti di hutan tropis.

Geologi – Faktor yang satu ini berkaitan dengan pembentukan bumi karena adanya pergeseran lempeng atau paparan. Seperti misalnya paparan sahul dan pulau Australia masih memiliki jenis flora yang hampir sama dan flora bagian sumatera dengan Kalimantan memiliki kemiripan 50%. (baca : manfaat letak geologis)

2. Faktor biotik

Persebaran flora dan fauna di Indonesia maupun di dunia juga sangat dipengaruhi oleh faktor biotik. Faktor biotik di sini adalah hewan dan manusia, hewan mampu berperan dalam persebaran flora karena membawa biji flora dan membawanya ke tempat lain sehingga biji tumbuhan tersebut bisa tumbuh di tempat lain. Sedangkan untuk manusia perannya sangat besar karena manusia mampu memindahkan tumbuhan dengan cepat dan dengan jumlah yang besar. Misalnya saja di daerah perkotaan tidak ada tumbuhan tertentu kemudian manusia membawa bibitnya dan kemudian menanamnya di kota sehingga tumbuhan tersebut dapat tumbuh. Manusia juga bisa mengubah ruang publik untuk kehidupan lingkungan dengan mengubahnya menjadi lebih Baik atau justru merusaknya.